Nakhoda Raksasa IT yang Turun Tahta di 2011

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,2 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0,1 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:3000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI



Di samping disesaki dengan berbagai gadget anyar, tahun 2011 juga diramaikan dengan kisah lengsernya para CEO raksasa IT dunia. Ada yang mundur baik-baik, ada pula yang dipecat cuma melalui sambungan telepon. Siapa saja?

1. Yahoo -- Carol Bartz

Nasib tragis dialami Bartz. Bagaimana tidak? Setelah menakhodai Yahoo selama 30 bulan, eksekutif wanita 63 tahun itu dicongkel dari posisinya sebagai CEO dengan cara yang tidak mengenakkan, yakni dipecat melalui sambungan telepon.

"Saya sangat sedih untuk mengabarkan bahwa saya baru saja dipecat melalui sambungan telepon oleh Chairman of the Board Yahoo. Merupakan suatu kebanggaan bagi saya untuk dapat bekerja dengan kalian semua. Saya doakan kalian terus sukses di masa depan," tulis Bartz dalam memo terakhirnya kepada karyawan Yahoo, kala itu.

Pemecatan Bartz sendiri terkait dengan performa bisnis Yahoo yang dianggap kurang menggembirakan. Pun demikian, 'ditendangnya' Bartz dari kursi CEO Yahoo pada awal September lalu itu memunculkan kompensasi yang tidak sedikit. Yahoo disebutkan harus memberi pesangon US$ 14 juta atau sekitar Rp 119 miliar kepada Bartz.

Yahoo sendiri hingga saat ini belum memiliki pengganti Bartz. Setelah tak ada Bartz dan sembari menunggu CEO baru, Yahoo menunjuk CFO Tim Morse untuk memimpin perusahaan konten internet itu untuk sementara.

2. Hewlett Packard -- Leo Apotheker

Leo Apotheker cuma selama 11 bulan menempati posisi CEO Hewlett Packard. Sedikit berbeda dengan Bartz, HP secara implisit menolak jika dianggap memecat Apotheker. Raksasa IT asal Amerika Serikat ini menyebut alasan pergantian nakhoda di perusahaannya lantaran Apotheker mengajukan pengunduran diri.

"Kami sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan Leo, sejak ditunjuk sebagai CEO tahun lalu. Namun jajaran dewan percaya bahwa tugas sebagai CEO sekarang membutuhkan atribut baru untuk menyukseskan eksekusi dari strategi perusahaan," tukas Ray Lane, Executive Chairman HP.

Pesangon tentu menjadi 'hadiah' pencopotan Apotheker, dimana ia menerima hampir US$10 juta atau sekitar Rp 88 milar sebagai kompensasi dan bonus. HP juga memperkenankannya memegang 156 ribu lembar saham.

Berbeda dengan Yahoo, HP bergerak cepat untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Apotheker. Yakni dengan menunjuk mantan CEO eBay Meg Whitman sebagai nakhoda baru.

3. AMD -- Dirk Meyer

Pemain di ranah industri prosesor, AMD, juga harus merasakan ditinggal nakhoda. Yakni setelah CEO AMD Dirk Meyer memutuskan mundur pada Januari 2011.

Hanya saja, hengkangnya Meyer jauh dari hingar bingar jagat IT dunia. Bahkan Meyer pun tidak mengeluarkan komentar atas pengunduran dirinya tersebut.

Yang pasti kini AMD telah menunjuk Rory P. Read sebagai President and CEO yang baru. Read adalah mantan Chief In commission Officer (COO) Lenovo.

Read menggantikan tugas Thomas Seifert yang sempat merangkap selama tujuh bulan terakhir sebagai pejabat sementara sejak ditinggal Dirk Meyer. Selanjutnya Saifert kembali menjalankan tugas sebagai Chief Financial officer (CFO).

4. Google -- Eric Schmidt

Eric Schmidt melepas jabatan CEO Google pada Januari 2011 lalu. Hanya saja, ia tak serta merta meninggalkan Google, melainkan menempati pos barunya sebagai chairman eksekutif raksasa mesin pencari itu.

Dimana tugas baru Schmidt antara lain terkait mengurus perjanjian, kemitraan, hubungan pelanggan dan mitra bisnis yang lebih luas, serta menjangkau pemerintah.

Posisi Schmidt sebagai CEO pun digantikan salah satu pendiri Google, Larry Page. "Ketika saya bergabung dengan Google di tahun 2001, saya tidak pernah membayangkan, bahkan dalam mimpi terliar saya, kami akan sejauh ini, bahkan sampai titik ini," tulis Schmidt dalam blog Google.

5. Apple -- Steve Jobs

Sebelum berpulang, Steve Jobs sempat melepas posisi CEO Apple di bulan Agustus 2011. Ya, kala itu Jobs ingin lebih fokus merawat kesehatannya yang terus menurun. Hingga pada akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 5 Oktober lalu.

"Saya selalu menyatakan jika akan datang hari dimana saya tidak lagi bisa menjalankan tugas dan harapan sebagai CEO Apple, saya pasti akan memberi tahu kalian sebagai yang pertama. Dan kini, hari itu telah datang," tulis Jobs dalam surat resign-nya kala itu, dilansir Reuters.

Tonggak jabatan CEO Apple pun diberikan langsung oleh Jobs kepada Tim Cook, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operation Officer Apple.

Bos Lokal

Vendor IT lokal juga terbilang tak sepi isu pergantian kepemimpinan. Sebut saja Yahoo Indonesia, Microsoft Indonesia, dan Qualcomm.

1. Yahoo Indonesia

Kabar bakal hengkangnya Country Manager Yahoo Indonesia Pontus Sonnerstedt beredar pada awal Desember kemarin. Tidak disebutkan bakal ke mana Pontus melanjutkan karirnya. Namun yang pasti, sebelum Pontus, Yahoo Indonesia juga sudah ditinggal Country Editor Budi Putra.

2. Microsoft Indonesia

Sutanto Hartono juga menyatakan pengunduran dirinya sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia di tahun 2011 ini. Sebelum menakhodai Microsoft sejak tahun 2009, Sutanto menjabat sebagai CEO sekaligus Managing Director RCTI.

"Ya benar, beliau (Sutanto-red.) sudah mengajukan pengunduran diri yang secara official efektif mulai Oktober 2011," kata Director of Corporate Affairs Microsoft Indonesia, Chrisma Albandjar.

Hingga kini belum diputuskan siapa pengganti Sutanto, namun Microsoft memastikan akan terus menjalankan seluruh program yang sudah dijalankan.

3. Qualcomm Indonesia

Terakhir, yang masuk ke catatan detikINET selama tahun 2011 ini adalah hengkangnya Harry K Nugraha dari posisi Country Manager Qualcomm Indonesia. Harry hengkang setelah 8 tahun memperkuat Qualcomm.

Posisi terbaru Harry saat ini adalah sebagai Director Strategic Business Development Intel Indonesia.

Sementara penerus Harry di Qualcomm adalah Ben Siagian. Ben sendiri sebelumnya pernah memperkuat Microsoft, Ernst & Young dan terakhir menjabat Country Sales Director Oracle.


http://www.detikinet.com/read/2011/12/28/093835/1801025/319/nakhoda-raksasa-it-yang-turun-tahta-di-2011

Pembaca kami juga menyukai