Heboh, Video Porno Larangan Beredar

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,1 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:2000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI


Tak ada habis-habisnya video mesum yang dibuat muda-mudi beredar melalui telepon seluler atau internet. Kali ini giliran video mesum di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan yang beredar luas.

Video dengan 10 file ini, berdurasi rata-rata 1 menit tiap filenya, menampilkan lima pelaku dengan seorang gadis yang masih belia. Mereka melakukan adegan layaknya suami istri di atas bukit Beltok Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan.

Dalam video yang diperkirakan direkam sebulan lalu ini, pelaku memaksa agar si gadis, sebut saja Bunga, warga Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, menuruti kemauan para pelaku.

Beberapa kali pelaku meminta agar si Bunga melucuti satu per satu busana yang dikenakannya. Meski Bunga menolak, pelaku terus memaksa dan mengancam akan memberitahukan kepada sanak keluarga Bunga bahwa ia sudah melakukan hal yang tidak senonoh dengan pacarnya.

Sebab, sebelum bertemu dengan pelaku, Bunga memang tengah berduaan dengan pacarnya di bukit. Nah, karena dicurigai melakukan hal tak senonoh, lima pelaku kemudian menggerebek keduanya. Sementara, pacar Bunga melarikan diri.

Bukannya memberikan nasehat, lima pelaku, salah satunya MS, warga Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, justru menyuruh Bunga melucuti pakaiannya.

Saat ini, warga mengaku resah dengan adanya video mesum yang melibatkan warga Larangan Badung, Palengaan.

"Saya sungguh tak menyangka, di Larangan Badung tidak pernah ada kejadian seperti ini. Saya minta polisi menangkap pelaku," kata Zamhari. [beritajatim.com]

Pembaca kami juga menyukai