Mengintip Bunker Nuklir Inggris Saat Perang

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,1 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:2000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI
Bunker nuklir Inggris saat Perang Dingin (dailymail.co.uk)
Isi sebuah bunker nuklir bawah tanah yang digunakan anggota parlemen serta angkatan udara Inggris pada masa Perang Dingin diperlihatkan pada masyarakat dalam sebuah pameran yang berlangsung sehari. Komplek situs seluas 2,4 hektar dekat Kidderminster, Worcestershire, Inggris ini ternyata memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Diberitakan Daily Mail, Senin 30 Januari 2012, bunker ini awalnya dibangun pada masa Perang Dunia II sebagai pabrik mesin dan komponen pesawat untuk Rover, pabrik mobil Inggris di bawah Skema Pabrik Bayangan milik Menteri Produksi Pesawat.

Walaupun lebih banyak digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pengerjaan mesin, namun bunker dengan kode MACADAM ini berubah fungsi jadi bunker nuklir saat Perang Dingin dimulai. Berbagai fasilitas, yang masih dapat dipergunakan hingga saat ini, ditambahkan seiring dengan perubahan fungsinya.

Dapur, kantin, dan toilet bunker masih nampak terawat dan fungsional seperti kali terakhir dipergunakan. Terowongan yang dulu dipakai sebagai jalan masuk juga masih dapat dilewati, walau terlihat sedikit mengerikan.

Selama Perang Dingin berlangsung, anggota parlemen, tentara, pasukan AU, dan polisi setempat menggunakan bunker sebagai tempat berlatih bawah tanah untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Inggris diserang.

Pada akhir 1980-an, pemerintah mengucurkan dana sebesar 1 juta poundsterling (Rp14 miliar) untuk perbaikan bunker. Namun, ketika perang berakhir pada awal 1990, bunker ini akhirnya dijual.

Ketika bunker ini sudah dimiliki pihak swasta, bermunculan rencana untuk mengubahnya menjadi taman atau tempat tinggal. Namun, fasilitas bunker berhasil diselamatkan setelah penduduk sekitar membentuk organisasi yang menentang pembangunan kembali bunker.

• VIVAnews

Pembaca kami juga menyukai