Akibat Tak Cuci Tangan, Saccharine Ditemukan Sebagai Pemanis Buatan

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,1 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:2000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI


Akibat seorang ahli kimia bernama Constantine Fahlberg yang tidak mencuci tangannya sebelum makan malam, setelah seharian bekerja di laboratorium kimianya, dasar pemanis buatan yang dikenal dengan Saccharine ditemukan.

Rasa manis tidak hanya datang dari gula pasir (gula tebu, gula jagung), ada ratusan bahan organik, sintetis, dan senyawa bukan organik yang menghasilkan rasa manis.

Beberapa tanaman yang mengandung gula derivatif dikenal sebagai glikosida.

Derajad rasa manis yang kita rasakan tergantung dari seberapa baik penerima rasa manis di lidah kita berinteraksi dengan molekul-molekul. Semakin kuat interaksi, rasa manis yang dipersepsikan akan semakin manis.

Ilmuwan berkaitan dengan rasa pada sebuah perusahaan bernama Senomyx telah mengidentifikasikan tunas pengecap rasa yang bertanggung jawab apa yang kita sebut sebagai rasa manis.

Gula pasir dan pemanis buatan lain mengikat reseptor ini, kemudian menciptakan sensasi manis yang kita dapatkan ketika memakan mereka.

Reseptor-reseptor ini dapat ditemukan di permukaan sel-sel di atas lidah dan di dalam mulut. Mereka mengirimkan pesan-pesan ke otak untuk memberitahukan otak bahwa kita memakan sesuatu yang manis.

Pemanis buatan adalah senyawa-senyawa yang ditemukan untuk menciptakan rasa manis yang didapatkan dari gula. Beberapa diantaranya termasuk berkalori rendah karena mereka jauh lebih manis ketimbang gula, sehingga membutuhkan jumlah yang lebih sedikit.

Beberapa lainnya lagi termasuk tidak berkalori, karena tubuh kita tidak dapat memetabolisasi pemanis jenis ini. Pemanis buatan jenis ini hanya melewati saluran pencernaan tanpa diserap oleh tubuh.

Pemanis Alami

Pemanis buatan yang berbahan organik contohnya adalah Stevia. Termasuk pemanis alami yang diekstrak dari tanaman yang berasal mula di Brazil dan Paraguay dan telah digunakan sebagai pemanis di beberapa negara.

Rasa manis dari Stevia 300 kali lebih manis daripada gula dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Artinya Stevia tidak mengandung kalori.

Penelitian selama ini terhadap Stevia tidak ada reaksi atau efek dari pemanis ini. Sementara beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa pemanis dari Stevia menyebabkan penurunan produksi sperma.

Food and Drugs Agency (FDA) di Amerika Serikat tidak mengijinkan penggunaan pemanis Stevia dalam makanan. tetapi dapat dijual sebagai suplemen tambahan.

Saccharin sebagai dasar penemuan pemanis buatan

Saccharin adalah pemanis buatan pertama, yang ditemukan secara tidak sengaja oleh ahli kimia Constantine Fahlberg yang tidak mencuci tangannya setelah seharian bekerja di kantor.

Tahun 1879, Fahlberg mencoba untuk meneliti penggunaan terbaru dari bahan tar batu bara. Setelah bekerja meneliti di kantornya, Fahlberg pulang ke rumah dan sesuatu yang unik terjadi.

Ia menyadari roti yang dia makan terasa manis. Ia menanyakan kepada istrinya apakah menggunakan gula atau sesuatu hal terhadap rotinya. Tetapi istrinya tidak melakukan sesuatu hal apapun terhadap rotinya.

Fahlberg menyadari bahwa rasa manis datang dari tangannya yang belum dia cuci ketika makan malam.

Pada hari berikutnya Fahlberg kembali ke kantornya dan memulai mencicipi hasil kerjanya sampai dengan dia menemukan titik manis yang diinginkan.

Pemanis buatan lainnya juga ditemukan secara tidak sengaja ketika para peneliti menjilat jari-jari mereka ketika mencoba obat atau merokok sebatang rokok yang ditempatkan didekat senyawa-senyawa yang menghasilkan rasa manis.

Mengapa ada banyak pemanis buatan?

Jawaban dari pertanyaan itu adalah tidak ada satu pemanis yang digunakan setiap produk disebut-sebut untuk pemanis. Sucralose (Splenda) contohnya, digunakan dalam memanggang benda-benda karena tahan terhadap panas.

Sementara itu, Aspartame ditemukan di dalam produk yang disebut sebagai produk bebas gula seperti produk yang berasal dari susu (dairy product), contohnya yogurt.

Dalam produk yang disebut bebas gula, tetap dapat ditemukan pemanis buatan berbentuk cairan atau dapat ditelan seperti obat batuk, vitamin, pasta gigi, dan lain-lain.

Pada laporan terakhir dari Food Commission (Inggris) menemukan bahwa dalam beberapa minuman bersoda rasa jeruk yang tidak dijual dengan lebel "diet", telah menggunakan pemanis buatan.

Aspartame berharga murah hanya dua sen per liter, dibandingkan dengan enam sen perliter untuk gula tebu.

Apabila kita sebagai konsumen tidak ingin menelan pemanis buatan, konsumen harus melihat komposisi label dan mengetahui nama asli produk pemanis buatan tersebut.

Sumber

Pembaca kami juga menyukai