Heboh Telur Karet di China

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,1 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:2000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI


Otoritas pengawas keamanan makanan di China melakukan investigasi terhadap temuan telur-telur yang dapat memantul seperti bola bekel setelah direbus. Kabarnya, telur-telur ini juga dapat membuat pria yang menyantapnya kehilangan kesuburan.

Kemunculan telur-telur 'karet' itu cukup membuat masyarakat setempat was-was dengan efek buruknya terhadap kesehatan, seperti diberitakan kantor berita Xinhua, dikutip Reuters.

Melihat teksturnya yang sangat kenyal dan cenderung keras, muncul kecurigan bahwa telur-telur yang beredar di sejumlah pasar tradisional itu palsu. Dugaan awal, telur-telur itu bukan dari unggas melainnya sengaja dibuat tangan oleh manusia demi keuntungan bisnis.

"Investigasi kami lakukan untuk meredam kekhawatiran konsumen, setelah beberapa orang kedapatan membeli telur yang diduga telur buatan itu," kata otoritas terkait.

Meski dugaan telur buatan menguat, namun masih ada kemungkinan bahwa tekstur keras itu tercipta lantaran ayam terlalu banyak mengonsumsi makanan kaya kandungan gossypol, senyawa yang mengikat protein dalam kuning telur.

"Gossypol yang biasanya terkandung dalam residu benih kapas ditambahkan ke pakan ayam sebagai sumber protein tambahan," ujarnya. "Dan, gossypol dalam dosis tinggi dapat menekan aktivitas sperma, dan saat ini gossypol juga sedang diuji untuk alat kontrasepsi pria."

Kasus makanan berbahaya di China mulai mencuat sejak tahun 2008. Mulai dari cerita tentang minyak goreng palsu, susu bermelamin, hingga semangka yang bisa meledak akibat terlalu banyak kandungan pupuk kimia.

Tak heran, jika pemerintah setempat semakin ketat melakukan pengawasan dengan terbitnya undang-undang standar keamanan makanan. Undang-undang ini mengancam produsen makanan yang melanggar aturan dengan hukuman penjara hingga hukuman mati.

• VIVAnews

Pembaca kami juga menyukai