Presiden Terburuk AS Versi Para Profesor

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,2 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0,1 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:3000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI


Sebuah jajak pendapat yang dirilis mengungkapkan bahwa mayoritas profesor perguruan tinggi di Amerika Serikat tidak peduli dengan mantan Presiden Ronald Reagan. Pada 6 Februari, Amerika merayakan hari jadi Reagan yang ke-101.

Studi tersebut meminta para pengajar perguruan tinggi menyusun 10 presiden pilihan mereka. Hasilnya, 60 persen profesor tidak memasukkan Reagan dalam daftar 10 besar. Studi yang dilakukan Young America’s Foundation (YAF) ini melakukan survei terhadap 284 profesor perguruan tinggi di Amerika.

Di antara mereka, 57 persen mengidentifikasi diri sebagai orang yang “liberal”, dan hanya 16 persen yang mengidentifikasi diri sebagai “konservatif”. Saat YAF meminta para profesor menyusun daftar lima presiden terakhir Amerika, Reagan masuk daftar tersebut.

Dalam daftar lima presiden terakhir, para profesor menempatkan George W. Bush di posisi terakhir dengan nilai D. Presiden ke-43 Amerika tersebut mendapat IPK dengan skala 1.17.

Di atas Bush adalah Jimmy Carter yang mendapat nilai C- (IPK 1.86). Di atas Carter adalah George H.W. Bush dengan nilai C (IPK 2.12). Sementara nilai antara Barack Obama dan Reagan sangat tipis. Obama mendapat nilai C+ (IPK 2.40) dan Reagan dengan nilai C+ (IPK 2.42).

Jajak pendapat ini, khususnya mengenai Reagan, sangat berbeda dengan jajak penelitian yang dilakukan Gallup. Pada 2011, Gallup melakukan jajak pendapat yang mengungkapkan bahwa rakyat Amerika menyebut Reagan sebagai presiden terbesar negeri Paman Sam. Dalam survei Gallup, 19 persen responden memasukkan Presiden ke-40 tersebut sebagai pilihan utama.

Pelaksana Program di YAF Ron Meyer menjelaskan, fakta bahwa bahwa dosen perguruan tinggi tidak memfavoritkan Reagan tidaklah mengejutkan, bahkan setelah satu tahun perayaan ulang tahun Reagan ke-100.

"Prestasi yang diraih Reagan akan diuji waktu, namun para profesor tetap merevisi sejarah sesuai keinginan mereka. Para profesor memberikan nilai C+ untuk Reagan, tapi bagaimana rakyat Amerika menilai para profesor? Dunia akademis telah kehilangan relasi antara kenyataan dan masyarakat, dan rakyat Amerika tidak akan membiarkan hal itu berlarut-larut,” jelas Meyer seperti dikutip dari Daily Caller, Selasa (7/2/2012).

Bagaimanapun, ada hasil tidak terduga dalam jajak pendapat ini. Mereka menilai Reagan lebih berhasil dari Presiden Obama dengan selisih dua persen. Dan 60 persen profesor menilai Reagan terlah berhasil. Angka ini berbeda tipis dengan keberhasilan Obama yang dinilai 59 persen profesor.

Sumber

Pembaca kami juga menyukai