Penjualan ‘Sex Toys’ Nyaris Lampaui ‘Smartphone’

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,2 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0,1 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:3000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI

Penelitian terbaru mengatakan bahwa dalam sepuluh tahun mendatang, penjualan sex toys akan mencapai 400 juta secara global. 

Peneliti menemukan bahwa penjualan sex toys akan setara atau bahkan memiliki kemungkinan melampaui penjualan ponsel pintar, lho. Dalam studi bernama Women, Sex and Shopping yang dilakukan di Inggris seperti dilansir oleh Cosmo US, peneliti menemukan bahwa terdapat keinginan yang sangat kuat dimiliki oleh wanita untuk membeli barang-barang untuk meningkatkan kehidupan seks mereka. Bahkan ada wanita dengan pendapatan besar berani mempersiapkan budget lebih dari £200 per tahun untuk membeli sex toys.

Studi tersebut mengemukakan bahwa wanita menjadil lebih “liberal” dalam jangka waktu 30 tahun terakhir saat membeli sex toys dikarenakan online stores yang menyediakan keleluasaan, toko peralatan seks khusus wanita, dan media yang mengangkat topik seputar wanita dan seks. Ditambah dengan “pengesahan” untuk memakai benda perangsang tersebut, seperti yang dilakukan para selebriti yang mengakui menggunakannya seperti Teri Hatcher, Eva Longoria dan Halle Berry. Studi juga menunjukkan bahwa sebanyak 40 persen wanita di Inggris menggunakan jasa pornografi online.

Di laporan itu juga tercantum bahwa 60 persen wanita memiliki ide bahwa membeli sex toys sebagai sesuatu yang menyenangkan. Wanita lebih termotivasi oleh naluri dasar mereka dibandingkan nilai-nilai umum yang diturunkan kepada mereka. Hal erotis, nakal, terlarang dan bahkan “jorok” memiliki daya tarik untuk wanita. Peneliti juga berpendapat bahwadepartment stores dapat membuat profit yang besar jika menjual mainan perangsang itu bersama-sama dengan lingerie, designer brands dan bahkan jewellery. Well, laporan yang dianalisis oleh Hewson Group mengatakan bahwa penjualan sex toys terhambat di masa lalu, karena terjadi asosiasi sex toys dengan industri pornografi yang mengekploitasi wanita. (sumber)

Pembaca kami juga menyukai