Inilah Trik Supermarket Bikin Pembeli Menghabiskan Uang Lebih Banyak

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI dan BNI tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,1 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:2000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI
Anda sering membeli barang di luar rencana saat berbelanja di toko/supermarket? Alhasil saat sampai di rumah Anda menyesal karena telah menghabiskan uang lebih banyak. Jangan khawatir, belum tentu itu semua kesalahan Anda.



Terkadang Anda terjebak pada trik yang dibuat pemilik supermarket/toko sehingga Anda dengan suka rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli barang yang tidak terlalu penting.

Agar hal itu tidak terulang, mulailah pelajari trik pemilik supermarket menghipnotis Anda hingga lupa diri saat belanja. Berikut 8 cara yang dipakai pemilik supermarket agar Anda lebih banyak mengeluarkan uang seperti dikutip dari Business Insider :

1. Tulisan 'Sale'

Dengan sangat berani memajang tulisan 'SALE/DISKON' dengan huruf besar demi menarik pembeli masuk ke toko mereka. Padahal hanya beberapa barang yang didiskon, sementara pembeli malah tergoda membeli barang yang tidak didiskon.

2. Troli belanja

Setelah Anda masuk, pengelola supermarket menyediakan troli belanja dengan ukuran besar. Troli yang didesain tahun 1930-an ini memang sangat membantu pelanggan yang membeli barang-barang besar.

Namun hati-hati karena dengan memakai troli Anda akan merasa barang belanjaan Anda masih terlalu sedikit, sehingga Anda ingin terus menambah barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

3. Tata letak produk

Di supermarket, produk-produk dengan marjin tinggi seperti bunga dan roti panggang dipajang di bagian terdepan agar Anda bisa dengan mudah menemukan barang itu.

Bunga dan roti panggang juga di taruh di depan toko karena memiliki bau menarik yang bisa mengaktifkan kelenjar ludah Anda sehingga bisa mendorong tangan Anda memasukkan dua produk itu ke keranjang belanjaan.

Supermarket menyembunyikan produk susu dan kebutuhan dasar lainnya di tempat paling belakang sehingga memaksa Anda pergi melalui seluruh toko untuk menjangkau mereka.

Toko menaruh produk unggulannya setara dengan mata pembeli. Untuk produk mainan atau makanan ringan dipajang setara dengan mata anak-anak. Ini bertujuan untuk menggoda anak-anak agar meminta orang tuanya untuk membeli.

Pemilik toko juga menaruh barang agar terjangkau. Penelitian menunjukkan menyentuh suatu barang meningkatkan kemungkinan untuk membeli produk itu.

4. Warna toko/supermarket

Pemilihan warna ternyata juga mempengaruhi pembeli. Orang-orang cenderung tertarik pergi ke toko berwarna hangat seperti merah, jeruk, dan kuning. Tetapi jangan lupa diselipkan warna dingin seperti biru dan hijau di dalam toko agar bisa mendorong pembeli menghabiskan waktu lebih banyak.

5. Musik

Kerap kali alunan musik terdengar saat Anda memasuki sebuah toko atau pusat perbelanjaan. Ternyata alunan musik juga mempengaruhi mood Anda berbelanja.

Studi menunjukkan alunan musik lambat membuat orang berbelanja dengan santai dan menghabiskan uang lebih banyak. Musik keras membuat pembeli malas lama-lama di toko sehingga tidak mempengaruhi penjualan. Sedangkan musk klasik mendorong pembeli memborong barang yang lebih mahal.

6. Ukuran Toko

Ukuran toko juga tak kalah pentingnya. Di tempat-tempat yang terlalu ramai, orang-orang menghabiskan waktu lebih sedikit untuk berbelanja, melakukan pembelian sedikit atau sesuai rencana dan merasa kurang nyaman.

7. Waktu diskon yang terbatas

Di depan toko atau supermarket, Anda juga biasanya melihat tawaran diskon dengan waktu terbatas. Dengan pembatasan itu, Anda biasanya merasa perlu membeli barang sesegera mungkin.

8. Kartu 'member'

Sejumlah supermarket menyediakan kartu anggota kepada konsumennya yang telah berbelanja dalam jumlah tersebut. Dengan memiliki kartu tersebut, para pelanggan tergoda untuk datang kembali ke toko tersebut dan berbelanja lebih banyak demi mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah.

9. Permen dan coklat di dekat kasir

Salah satu area paling menguntungkan adalah bagian antrean konsumen. Pihak supermarket biasanya memajang permen, coklat atau majalah di samping orang-orang yang sedang mengantre dan memaksanya membeli barang.

Pembaca kami juga menyukai