Mapolsek Diserbu 12 Orang Bersenjata, Ini Kronologinya

Bagikan ke teman :
...
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI, BRI, BNI, OCBC NISP dan CIMP NIAGA tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,2 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0,1 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:3000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI


Sekelompok orang bersenjata laras panjang tiba-tiba menyerbu markas Kepolisian Resor Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/9/2010) pukul 12.00-pukul 00.30.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno menyatakan, para penyerang berjumlah 12 orang dengan menumpang enam sepeda motor.

Mereka langsung memberondongkan peluru ke arah kantor polisi itu. Akibatnya, selain kaca kantor rusak, tiga polisi juga tewas seketika.

"Penyerangan ini sama sekali tidak diduga dan belum bisa diidentifikasi pelakunya. Sangat mungkin pelakunya terlatih karena pakai senapan laras panjang," kata Oegroseno saat di lokasi kejadian, Rabu dini hari.

Ditanya Kompas soal kemungkinan serangan ini terkait penyergapan para tersangka teroris sekaligus perampokan di Bank CIMB Niaga Medan, Oegroseno mengaku belum berani menyimpulkan.

Ia hanya memastikan hubungan anak buahnya di Mapolsek Hamparan Perak dengan warga sekitar selama ini baik-baik saja. Dengan demikian, besar kemungkinan para pelaku bukan dari wilayah hukum Hamparan Perak.

Guna membekuk para pelaku, polisi menyebar ketiga penjuru, terutama di daerah perbatasan, seperti Belawan. Hingga kini, tim forensik masih berada di lokasi kejadian guna melakukan identifikasi.

Inilah Kronologi Penyerangan Mapolsek

Penyerangan bersenjata atas Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, yang menewaskan tiga anggota kepolisian diperkirakan dilakukan setidaknya oleh sepuluh orang.

Pelakunya kecil-kecil. Helmnya saja lebih besar daripada kepalanya.

Seperti dituturkan sejumlah saksi mata, Rabu (22/9/2010) sekitar pukul 00.30 WIB, delapan pengendara sepeda motor masuk dan menembaki Polsek Hamparan Perak. Mereka datang dari Jalan Hamparan Perak Raya.

"Ada 8 kereta (motor) yang datang menembaki polsek. Empat orang masuk ke dalam dan empat orang lagi menunggu di luar. Dua orang masuk ke dalam polsek dan langsung menembaki polisi yang piket malam itu," ujar seorang warga Hamparan Perak.

Lebih dari 17 tembakan dihujankan ke Polsek Hamparan Perak pada pagi dini hari itu. Dua mobil dan kantor polsek juga dibakar para pelaku, antara lain, mobil patroli jenis Carry. Menurut warga setempat, pelaku mengunakan bom molotov untuk membakar bangunan polsek dan mobil.

Selang beberapa jam setelah kejadian, rombongan Densus dan Kapolda Sumut datang. Ada sekitar 3 mobil patroli dari Polda Sumut dan empat dari Polres KP3 Belawan. Berdasarkan keterangan warga Hamparan Perak yang ikut menolong seorang polisi yang terluka tembak di bagian kepalanya, pelaku mengunakan senjata laras panjang yang diduga jenis AK-47. Hingga saat ini, Polsek Hamparan Perak dijaga ketat puluhan personel kepolisian dari Polda Sumut dan Polres KP3 Belawan.

Pelaku berpakaian rapi, memakai kemeja. Postur tubuh pelaku, kata masyarakat, kecil. "Pelakunya kecil-kecil. Helmnya saja lebih besar daripada kepalanya," ujar warga.

Pelaku menggunakan sepeda motor, antara lain, Suzuki Spin, Yamaha RX King, Vixion, dan Vario. Seusai melakukan penembakan, para pelaku lari menuju ke arah Medan Marelan.

Adapun pernyataan resmi yang dikeluarkan Polda Sumut melalui Kapolda Sumut Irjen Oegroseno, pelaku penyerangan bersenjata berjumlah 10 orang dengan mengendarai enam sepeda motor.

Saat ini Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. (kompas)

Pembaca kami juga menyukai