Orgasme itu Sebenarnya Apa?

Bagikan ke teman :
...
Dengan mengikuti himbauan dari pemerintah untuk mengurangi kegiatan diluar rumah (#dirumahaja) kita masih tetap bisa untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama kita dengan #tradingdirumahaja di OctaFX ! Ayo buruan BUKA AKUN kamu dan isi depositmu dan mulai Trading sekarang !!! Cara Daftar | Cara Deposit
Headline

INILAH.COM, Jakarta – Secara klinis, orgasme merupakan serangkaian kontraksi otot paksa. Orgasme bertahan selama 20 detik, namun pengaruhnya pada kesehatan bisa bertahan lama.

“Orgasme merupakan kesenangan bagi sebagian besar orang, menjadi teka-teki yang membuat frustasi dan masih banyak misteri bagi peneliti seks,” kata Debby Herbenick, pendidik kesehatan seksual di The Kinsey Institute dan penulis “Because It Feels Good”.

Selama rangsangan seksual, denyut jantung berlipat ganda, darah mengalir deras ke alat kelamin, otot menegang, dan bahan kimia serta hormon membanjiri oksitosin tubuh. Saat orgasme, otot-otot panggul berkontraksi, dan tubuh kembali ke keadaan normal.

Pria dan wanita memiliki sensasi orgasme yang sama. Dalam survei, relawan diminta menggambarkan sensasi yang mereka alami selama orgasme, dan dokter tak dapat membedakan jawaban pria dan wanita. Bagi keduanya, orgasme bertahan selama 20 detik. Namun, pengaruhnya pada kesehatan bisa bertahan lama.

Studi menunjukkan orgasme dapat mengurangi stres, memperbaiki tidur, mengurangi risiko kanker prostat dan endometriosis, serta menjadi peringan rasa sakit. Para ilmuwan memiliki banyak teori mengenai orgasme ini.

Pria umumnya mengalami orgasme saat ejakulasi. Karena ejakulasi dapat menyebabkan kehamilan, beberapa orang percaya tujuan utama orgasme pada pria adalah untuk reproduksi. Seperti dikutip dari lifeslittlemisteries, peneliti Herbenick mengatakan orgasme pada wanita kurang jelas.

Beberapa peneliti memiliki pendapat kontroversial menyatakan orgasme memiliki peran sebagai mak comblang bagi wanita. Teori lain menyatakan bahwa kontraksi rahim selama orgasme akan menarik sperma ke dalam rahim, karenanya reproduksi akan terbantu, tapi wanita tak perlu orgasme untuk bisa hamil.

”Beberapa orang berpikir orgasme merupakan semacam karakteristik aneh yang dimiliki wanita, seperti puting susu pada pria,” kata Herbenick. [ito]

Pembaca kami juga menyukai