Orgasme itu Sebenarnya Apa?

Bagikan ke teman :
FBS Indonesia merupakan Broker Forex online yang menerima Deposit dan Withdrawal melalui bank Lokal BCA, MANDIRI, BRI, BNI, OCBC NISP dan CIMP NIAGA tanpa perantara atau Exchanger. FBS Indonesia memberikan bonus 100% setiap kali deposit. Eksekusi cepat 0,2 sec tanpa requote, Minimal deposit 1 USD, Spread rendah mulai 0,1 pips, Volume 0,01 lot, Leverage 1:3000. Anda bebas menerapkan semua teknik perdagangan di FBS Indonesia. Buka Akun Sekarang dan Mulai Trading! INFO: KLIK DISINI
Headline

INILAH.COM, Jakarta – Secara klinis, orgasme merupakan serangkaian kontraksi otot paksa. Orgasme bertahan selama 20 detik, namun pengaruhnya pada kesehatan bisa bertahan lama.

“Orgasme merupakan kesenangan bagi sebagian besar orang, menjadi teka-teki yang membuat frustasi dan masih banyak misteri bagi peneliti seks,” kata Debby Herbenick, pendidik kesehatan seksual di The Kinsey Institute dan penulis “Because It Feels Good”.

Selama rangsangan seksual, denyut jantung berlipat ganda, darah mengalir deras ke alat kelamin, otot menegang, dan bahan kimia serta hormon membanjiri oksitosin tubuh. Saat orgasme, otot-otot panggul berkontraksi, dan tubuh kembali ke keadaan normal.

Pria dan wanita memiliki sensasi orgasme yang sama. Dalam survei, relawan diminta menggambarkan sensasi yang mereka alami selama orgasme, dan dokter tak dapat membedakan jawaban pria dan wanita. Bagi keduanya, orgasme bertahan selama 20 detik. Namun, pengaruhnya pada kesehatan bisa bertahan lama.

Studi menunjukkan orgasme dapat mengurangi stres, memperbaiki tidur, mengurangi risiko kanker prostat dan endometriosis, serta menjadi peringan rasa sakit. Para ilmuwan memiliki banyak teori mengenai orgasme ini.

Pria umumnya mengalami orgasme saat ejakulasi. Karena ejakulasi dapat menyebabkan kehamilan, beberapa orang percaya tujuan utama orgasme pada pria adalah untuk reproduksi. Seperti dikutip dari lifeslittlemisteries, peneliti Herbenick mengatakan orgasme pada wanita kurang jelas.

Beberapa peneliti memiliki pendapat kontroversial menyatakan orgasme memiliki peran sebagai mak comblang bagi wanita. Teori lain menyatakan bahwa kontraksi rahim selama orgasme akan menarik sperma ke dalam rahim, karenanya reproduksi akan terbantu, tapi wanita tak perlu orgasme untuk bisa hamil.

”Beberapa orang berpikir orgasme merupakan semacam karakteristik aneh yang dimiliki wanita, seperti puting susu pada pria,” kata Herbenick. [ito]

Pembaca kami juga menyukai