Korek Kuping Raksasa Untuk DPR

Bagikan ke teman :
...
Dengan mengikuti himbauan dari pemerintah untuk mengurangi kegiatan diluar rumah (#dirumahaja) kita masih tetap bisa untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama kita dengan #tradingdirumahaja di OctaFX ! Ayo buruan BUKA AKUN kamu dan isi depositmu dan mulai Trading sekarang !!! Cara Daftar | Cara Deposit

Beberapa tokoh seperti artis senior Pong Harjatmo, Purnawirawan Saurip Kadi, serta fungsionaris beberapa partai, seperti Fuad Bawazier, Permadi, dan Eva Kusuma Sundari, mengkritik pemimpin negara karena dianggap tidak mendengarkan keluhan rakyat Indonesia. Bentuk kritik mereka disimbolisasikan dengan penyerahan korek kuping raksasa kepada perwakilan anggota DPR di depan gerbang Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2012).

"Biar pemerintah mendengarkan keluhan rakyat, seperti kasus sengketa lahan, tambang, itu di beberapa daerah. Belum lagi peristiwa sandal jepit, sudah setahun baru diproses," ujar Pong Hardjatmo kepada Kompas.com.

Pong mengatakan, semua permasalahan yang terjadi saat ini sebagai bentuk ketidaksiapan Presiden SBY untuk berkoordinasi dengan para menterinya.

"Yang memimpin negeri ini, kan SBY, sebenarnya dia tinggal tunjuk saja, menteri kehutanan begini, Kapolri begini, gampang," lanjutnya.

Selanjutnya, korek kuping raksasa sepanjang hampir satu meter tersebut diserahkan kepada perwakilan anggota DPR/MPR. Eva Kusuma Sundari dari Komisi III Fraksi PDI-P mengatakan, aksi tersebut merupakan akumulasi aspirasi rakyat yang tidak kunjung mendapat solusi. Selain itu, simbolisasi tersebut dinilai tepat sasaran karena DPR merupakan wakil rakyat.

"Ini kan akumulasi dari kefrustasian mereka karena upaya sudah dilakukan, tapi enggak ada perubahan signifikan. Ini tepat sasaran, karena kita perwakilan mereka. Kan pesannya supaya DPR bersama mereka," ujarnya.

Pong sempat mempertunjukkan aksi korek kuping dengan ekspresi kegelian. Aksi yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam tersebut tidak menimbulkan kemacetan. Beberapa polisi pun hanya memantau aksi tersebut dari jarak jauh. (kompas)

Pembaca kami juga menyukai