Mesin V12 Terkecil di Dunia

Bagikan ke teman :
...
Dengan mengikuti himbauan dari pemerintah untuk mengurangi kegiatan diluar rumah (#dirumahaja) kita masih tetap bisa untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama kita dengan #tradingdirumahaja di OctaFX ! Ayo buruan BUKA AKUN kamu dan isi depositmu dan mulai Trading sekarang !!! Cara Daftar | Cara Deposit


Tidak bisa dipungkiri kalau untuk kerumitan mesin-mesin V adalah salah satunya. Dan bila mesin V memiliki kapasitas mesin yang besar, coba lihat mesin V12 ini. Sebab ini adalah mesin V12 terkecil di dunia yang hanya memiliki kapasitas 12 cc saja.

Mesin V12 terkecil di dunia ini adalah hasil buah tangan seorang insinyur Spanyol bernama Patelo. Mesin ini bekerja bukan dengan bensin sebagai bahan bakarnya, melainkan menggunakan udara bertekanan

Untuk membuat mesin ini, Patelo dengan tekun membuat mesin tersebut dari bongkahan aluminium, stainless steel dan perunggu.

Dan karena predikatnya sebagai mesin terkecil, maka tidak salah bila ukuran 12 piston yang terpasang di mesin ini memiliki diameter yang bisa dibilang sangat kecil, 11,3 mm seperti dikutip dari gizmag, Jumat (2/12/2011).

Ada 261 potongan logam pada mesin ini yang dibuat sendiri oleh Patelo yang kemudian disatukan dengan 222 baut.

Tenaga mesin ini bukan berasal dari bahan bakar minyak atau gas, melainkan injeksi udara dengan kekuatan tekanan 0,1 kg/cm persegi (1,42 PSI). Karenanya mesin ini tidak memiliki busi maupun perangkat pengapian.

Patelo pun dengan sabar menghabiskan waktu lebih dari 1.200 jam untuk merancang, membuat hingga mengebor logam-logamtersebut untuk menciptakan mesin V12 keinginannya.

Namun, meski bisa dibilang sebagai sebuah karya monumental, Patelo ternyata tidak berniat untuk menjual mesin V12 mini tersebut. Patelo mengatakan kalau karyanya ini merupakan dedikasi yang dia persembahkan untuk keempat cucu tercintanya. (sumber : oto.detik.com)

Proses Pembuatannya :


http://haxims.blogspot.com/2012/02/mesin-v12-terkecil-di-dunia.html

Pembaca kami juga menyukai